Pengusaha Sukses Indonesia Yang Diakui Dunia

Posted on

BisnisOnlinet.com – Ketika seseorang bertanya bagaimana cara menjadi pengusaha sukses, maka tak ada kalimat yang mudah untuk menjawabnya. Ada banyak faktor menjadi pertimbangan, seperti misalnya harus memiliki jiwa kewirausahaan, memiliki modal, punya keahlian, pola berpikir seorang pengusaha dan sebagainya.

Mentalitas juga bisa menjadi pemicu lemahnya membangun jiwa kewirausahaan, contohnya “mental karyawan/pegawai” yang sudah menjadi kultur pendidikan di Indonesia. Sejak dari sekolah dasar, anak-anak dididik agar belajar rajin supaya kelak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan ujung-ujungnya mereka tak sulit untuk mencari pekerjaan.

Pola mendidik seperti ini, sedikit banyak telah “memupus” harapan untuk bisa jadi seorang pengusaha.

Baca juga: Mental Seorang Pengusaha – Cara Memulai Bisnis Rumahan

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menghadirkan satu pendapat dari seorang pengusaha sukses Indonesia bernama Wempy Dyocta Koto. Beliau memiliki banyak pengalaman malang melintang di manca negara selama puluhan tahun. Ketika bersekolah di Australia, beliau mendapatkan penghargaan Governor Arthur Phillip dari pemerintah Australia oleh karena prestasi sebagai pemegang peringkat satu dari semua disiplin ilmu (mata pelajaran) sewaktu masih menjadi siswa setingkat SMU.

Meraih gelar Master of International Studies dari jurusan Fakultas Ekonomi di University of Sidney tahun 1999, saat usianya menginjak 21 tahun. Setelah lulus sarjana, mulailah perjalanan karirnya di dunia bisnis. Singkat cerita, selama puluhan tahun bekerja di luar negeri, banyak perusahaan yang ditanganinya memperoleh kesuksesan. Atas prestasi tersebut, di tahun 2013 Wempy Dyocta Koto sempat memperoleh penghargaan dari ajang Asia Pasific Entrepreneurship dengan predikat sebagai Most Promising Entrepreneur (Pengusaha Yang Paling Menjanjikan).

Untuk tingkat dunia, Wempy Dyocta Koto masuk dalam daftar sebagai The World’s Most Social CEO, dimana penghargaan ini baru pertama kali diraih oleh orang Indonesia! Beliau mendapatkan pengakuan seperti itu oleh sebab prestasi dan kinerjanya selama menjadi CEO (Chief Executive Officer) di berbagai perusahaan tingkat dunia sehingga perusahaan-perusahaan yang ditanganinya bisa masuk ke daftar Fortune 1000. (CEO adalah direktur utama, catatan BisnisOnlinet.com).

Pengusaha Sukses Indonesia Yang Diakui Dunia rsz

Berbekal pengalaman sebagai CEO internasional dengan segudang pengalaman tingkat dunia, Wempy Dyocta Koto akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia dan mendirikan perusahaan bernama Wardour and Oxford. Perusahaan itu bergerak di bidang konsultan yang menangani pengembangan bisnis internasional.

Berikut adalah beberapa ide dari Wempy Dyocta Koto yang sangat peduli dengan dunia wirausaha di Indonesia. Dari berbagai seminar dan pelatihan yang pernah diadakannya di berbagai kota, beliau yang sangat berpengalaman dalam bisnis tingkat dunia, sangat peduli terhadap perkembangan dunia bisnis di Indonesia. Terutama mengkonversi pola berpikir pengusaha sektor informal agar menjadi pengusaha sektor formal. Kami akan menyajikannya dalam format tanya jawab.

Tanya: Mengapa Anda berkepentingan menjadikan industri sektor informal bisa menjadi formal?

Jawab: Jika saja para pengusaha informal di Indonesia menjadikan usaha mereka formal, maka ada keuntungan yang diperoleh. Satu, usaha mereka menjadi lebih profesional dan kedua adalah adanya dukungan kepastian hukum dari pemerintah. Contohnya, banyak pengusaha sektor informal ini, misalnya pedagang kaki lima yang memakai media sosial sebagai media promosinya sehingga omzetnya besar tapi mereka tak memiliki badan hukum. Ini yang perlu dibenahi.

Tanya: Perkembangan entrepreneur di Indonesia menurut Anda bagaimana?

Jawab: Menyangkut masalah perkembangan pengusaha muda di Indonesia ini tidaklah cukup besar. Masalahnya terletak pada cara mendidik. Misalnya, orang tua mendidik anak agar mereka belajar yang rajin dan berprestasi di sekolah lalu setelah lulus sarjana bisa diterima bekerja di bank atau menjadi PNS. Cara mendidik seperti ini yang perlu dikoreksi atau dirubah, sebab semakin hari lapangan kerja sebagai karyawan atau PNS tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi. Di sisi lain, edukasi tentang kerja sendiri sebagai seorang pengusaha tidak mendapatkan porsi yang memadai. Padahal jalur pengusaha bisa menjadi jalan untuk mencari uang (atau hidup) dan tak hanya sekedar mengharapkan sebagai seorang karyawan/PNS.

Di samping itu, sistem pendidikan di Indonesia yang kurang mendukung untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda, walau sudah ada sekolah atau universitas kejuruan tapi ujung-ujungnya para lulusan lebih mengejar jadi PNS/karyawan ketimbang berusaha untuk membuka usaha sendiri dari keahlian yang diperoleh di sekolah.

Jika seperti itu, jadi bagaimana sebaiknya menurut Anda?

Jawab: Dunia pendidikan kita dalam semua tingkat seharusnya dapat mengajari para siswa untuk dapat “bertahan hidup” setelah mereka lulus. Artinya, wirausaha bukan hanya “pilihan” tapi lebih menjurus kepada bagaimana bisa bertahan hidup setelah lulus dengan ilmu yang mereka miliki dari sekolah. Contohnya, anak perempuan harus bisa memasak, maka mereka harus diajari sejak dini atau kecil. Ini adalah ilmu dasar.

Demikian pula halnya dengan kewirausahaan, harusnya diajarkan sebagai ilmu dasar. Masa depan tidak ada yang bisa meramalkan, boleh saja kita sekarang bekerja sebagai karyawan/PNS namun ancaman PHK selalu ada. Apa yang dilakukan setelah PHK, ini yang perlu dipikirkan. Tak ada lain, kewirausahaan menjadi jalan alternatif.

Namun, nyatanya banyak contoh karyawan yang sudah mapan mengundurkan diri dan memutuskan menjadi pengusaha. Latar belakang pendidikan tinggi juga tak menjamin mereka bisa sukses di dunia usaha. Saya punya beberapa teman yang bangkrut karena salah perhitungan. Uang pesangon habis karena mereka salah mengelola usaha mereka. Ini juga merupakan ironi. Jadi, menjadi pengusaha sukses tidaklah mudah. Ada proses dan waktu yang perlu dijalani dengan ketekunan.

Tanya: Sumbangan teknologi internet terhadap perkembangan entrepreneurship, bagaimana?

Jawab: Sangat signifikan. Contohnya, orang jaman sekarang lebih mudah memasarkan produk mereka di internet. Mereka bisa memakai bermacam pilihan platform seperti di media sosial Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan sebagainya untuk memasarkan produk-produk mereka. Dan semuanya gratis! Jadi, jika Anda memiliki naluri pengusaha sukses maka harusnya sudah bisa “membaca” sumbangan teknologi digital ini untuk kemajuan bisnis Anda. Daripada memakai Facebook, Twitter atau Instagram buat update status yang tidak penting, maka kenapa tak menawarkan produk kepada teman-teman Anda?

Anda tentu pernah gagal. Bagaimana cara Anda mengatasi sebuah kegagalan?

Jawab: Kalau menurut saya, paling tidak ada 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika kita mengalami sebuah kegagalan.

Pertama, kita harus bisa menerima kegagalan itu. Tentu hal ini bukanlah persoalan mudah, bahkan banyak dari kita biasanya tidak mau mengakui jika dibilang gagal. Padahal, sebenarnya memang usaha kita telah benar-benar gagal.

Kedua, mau bertanggung jawab 100% terhadap kegagalan itu. Artinya, kegagalan itu telah terjadi dan itu adalah tanggung jawab kita sepenuhnya. Jangan limpahkan penyebab kegagalan itu kepada orang lain atau kondisi ekonomi dan hal lainnya. Sebab bila kita sampai menyalahkan orang lain atau kondisi sekitar atas kegagalan tersebut, maka ini sama artinya dengan masalah kita “belum selesai” dengan kegagalan itu sendiri.

Ketiga, ceritakan kepada orang lain. Lebih baik Anda menceritakan kegagalan itu kepada orang lain sebab itu bisa mengeluarkan energi negatif dari diri Anda saat mengalami kegagalan. Rasa marah, kesal, putus asa, kecewa dan tak berdaya lambat laun akan sirna jika Anda berbagi kegagalan itu dengan orang lain. Di samping itu, manfaat bercerita kepada orang lain itu adalah memberikan pengetahuan kepada orang tersebut untuk tidak meniru langkah-langkah usaha kita yang sudah terbukti gagal. Jadi bisa menjadi pembelajaran juga buat mereka.

Saya bisa meraih sukses seperti saat ini semata-mata bukan tanpa kegagalan, justru malah saya sukses karena saya pernah gagal. Jika kita mengalami kegagalan maka itu bukanlah akhir hidup Anda, sebab pasti ada sesuatu hal yang bisa kita peroleh atas kejadian tersebut. Jadi, kegagalan adalah “warna” dalam menjalani dunia bisnis.

Baca juga: Sukses Usaha Modal 100 Ribu

Rangkuman:

Dari tulisan di atas, kiranya bisa dirangkum sebagai berikut:

1. Bahwa untuk menjadi seorang pengusaha sukses tidaklah mudah. Latar belakang pendidikan, pola berpikir dan pengalaman sangat menentukan keberhasilan seorang pengusaha.

2. Kesuksesan seorang pengusaha tidak terjadi dalam sekejap mata, tapi perlu waktu dan proses panjang.

3. Membuka wawasan berpikir bahwa menjadi seorang pengusaha merupakan basic skill (keahlian paling dasar) yang harus dimiliki oleh para lulusan sekolah. Sehingga saat mereka tidak pernah berhasil menjadi PNS/karyawan maka dunia usaha bisa menjadi harapan untuk mencari uang.

4. Mendorong pengusaha kecil (kaki lima) untuk lebih profesional.

5. Profesi pengusaha masih sangat jarang di Indonesia, hal ini disebabkan oleh kultur pendidikan yang hampir seluruhnya “mengarahkan” orang untuk menjadi karyawan/PNS.

6. Bangkit setelah mengalami kegagalan adalah kunci sukses seorang pengusaha sejati.

Semoga akan semakin banyak pengusaha sukses Indonesia seperti Wempy Dyocta Koto dan mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca. Amin.